Definesirlari

Situs Harga Harga Terkini Material, Dekorasi dan Furniture
6 Karakter Khas Gaya Interior Kolonial

6 Karakter Khas Gaya Interior Kolonial

Kolonialisme secara sederhana diartikan sebagai penjajahan. Indonesia sendiri pernah mengalami penjajahan yaitu oleh Belanda dan Jepang. Belanda merupakan negara yang menjajah Indonesia dengan durasi yang cukup lama sehingga banyak sekali yang Belanda tinggalkan dari mulai istilah-istilah tertentu, budaya, hingga interior.

Interior gaya kolonial dewasa ini semakin diminati dan dimodifikasi. Interior gaya kolonial banyak digunakan oleh tempat-tempat umum seperti hotel, restauran, kafe bahkan tidak sedikit pula yang menyukai hunian pribadinya diciptakan dengan gaya kolonial.

Karakter Gaya Interior Kolonial

Dalam penggunaannya, gaya interior kolonial memiliki beberapa karakter khas. Di antaranya:

  1. Ukuran besar

Hunian atau tempat umum dengan gaya interior kolonial umumnya memiliki ukuran yang besar. Selain ukuran hunian yang besar, terdapat pula halaman yang luas dilengkapi dengan pohon-pohon besar yang mengelilinginya. Ukuran yang besar ini membuat interior kolonial tempat klasik dan elegan.

  1. Kental dengan kesan yang elegan

Kesan elegan merupakan karakter kuat yang menggambarkan interior kolonial. Kesan elegan ini biasanya dimunculkan melalui bingkai jendela yang terbuat dari kayu jati dan kaca yang tebal (tidak bening). Baik itu pada di dalam ruangan maupun luar ruangan terdapat pondasi besar yang menggambarkan kemegahan.

Interior desain kolonial selalu dominan dengan warna putih dengan akses kayu dan batu alam pada beberapa bagian ruangan. Tidak jarang pula desain kolonial menggunakan lantai kayu atau dewasa ini sering dimodifikasi menggunakan vinyl flooring.

  1. Bentuk ruang simetris

Ruang-ruang gaya kolonial selalu berbentuk kotak atau persegi panjang, simetris dan tertutup. Satu ruangan biasanya hanya memiliki satu fungsi saja. Ruangan-ruangan biasanya tersusun mengelompok ke belakang, sedangkan pada bagian depannya selalu dibuat luas menandakan ruang utama.

  1. Tidak bertingkat

Interior kolonial bukanlah interior yang bertingkat. Gaya kolonial umumnya hanya memiliki satu tingkat saja dengan ukuran yang super luas sehingga dalam satu tingkat tersebut dimaksimalkan untuk semua ruang yang dibutuhkan. Belum ada penjelasan yang akurat mengenai mengapa interior kolonial tidak bertingkat. Namun menurut beberapa informasi interior tidak bertingkat ala kolonialisme ini muncul karena adanya pengaruh gaya neo-klasik yang mengacu pada arsitektur romawi dan yunani pada masa itu.

  1. Material yang digunakan

Interior ala kolonial terkenal dengan kekuatannya. Hal ini dikarenakan material yang digunakan adalah batu bata tebal dan marmer khas Belanda. Material lainnya adalah besi, kaca, seng yang dibawa langsung dari negara asalnya sehingga wajar saja jika interior asli kolonial memiliki motif yang tidak dimiliki oleh Indonesia. Namun dewasa ini untuk menciptakan interior kolonial tidak perlu membawa material dari Belanda karena telah banyak teknologi untuk memodifikasi seperti halnya vinyl flooring.

  1. Perabotan klasik

Perabotan yang dimasukkan ke dalam ruangan bergaya kolonial adalah perabotan klasik dari mulai meja, kasur, kursi dan lain-lain. Perabotan klasik umumnya terbuat dari material kayu. Kayu yang sering digunakan adalah kayu jadi dan walnut.

Untuk menciptakan interior gaya kolonial dewasa ini sangat mudah karena semua alat-alat dan bahan yang dapat menyempurnakan karakter interior kolonial mudah didapatkan seperti hadirnya jasa penjual vinyl. Jasa jual vinyl lantai murah dan material lainnya yang murah juga mudah didapatkan sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menciptakan interior kolonial.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.